Tenaga Kependidikan

Kecukupan tenaga kependidikan Fakultas Psikologi Unisba tergolong cukup dalam jumlah. Kualifikasi tenaga kependidikan untuk melakukan tugasnya tergolong sangat baik. Berikut rincian kualifikasi dan jumlah tenaga pendidikan di Fakultas Psikologi Unisba:

Kualifikasi tenaga kependidikan Fakultas Psikologi Unisba
No. Jenis Tenaga Kependidikan Jumlah Tenaga Kependidikan
S3 S2 S1 D4 D3 D2 D1 SMA/SMK
1 Pustakawan 0 1 8 0 0 0 0 0
2 Laboran/
Teknisi/
Analis/
Operator/
Programer
0 9 42 0 0 0 0 0
3 Administrasi 0 4 28 0 0 0 0 1
TOTAL 0 14 78 0 0 0 0 1

Seluruh tenaga kependidikan yang bekerja di Unisba, sudah melalui seleksi sesuai aturan yang berlaku di Unisba, diantaranya pendidikan minimum, tes kesehatan dan wawancara sesuai peraturan kepegawaian tahun 2012. Tenaga kependidikan di Fakultas Psikologi berjumlah 83 orang, yang terdiri atas 32 orang tenaga administrasi dan 51 orang laboran. Dengan jumlah tersebut, tenaga kependidikan mampu melayani dan mendukung kegiatan akademik dan non akademik Fakultas.

Kondisi ini ditunjang dengan latar belakang pendidikan yang mendukung pelaksanaan tugasnya. Pada level Kepala Seksi, latar belakang pendidikan tenaga kependidikan di Fakultas Psikologi adalah magister; pustakawan adalah lulusan jurusan perpustakaan; laboran dengan latar belakang S-1 Psikologi, staf administrasi lulusan S-1 yang telah berpengalaman. Latar belakang pendidikan yang tinggi menunjang optimalisasi layanan.

Fakultas Psikologi mempersyaratkan bagi tenaga kependidikan selain memiliki latar belakang pendidikan minimal S1 juga memiliki keterampilan mengoperasikan komputer. Agar lebih optimal dalam bekerja, tenaga kependidikan diikutsertakan dalam berbagai pelatihan yang mendukung pekerjaan mereka, seperti office 365, pelatihan mengenai sistem, pelatihan Komunikasi, Motivasi, Team Building, service excellent dan BTAQ

Jika sudah melampaui masa kerja tertentu, maka tenaga kependidikan bisa naik jabatan, dengan terlebih dahulu mengikuti seleksi. Selama bekerja, tenaga kependidikan bisa mendapatkan giliran rotasi dari Universitas dalam jangka waktu tertentu. Standar penilaian kerja bagi tenaga kependidikan sudah tersedia. Seperti halnya dosen, tenaga kependidikan juga harus mengikuti kegiatan untuk pemenuhan point IKTK (Indeks Kinerja Tenaga kependidikan).

Kendala yang dihadapi berkaitan dengan pengembangan tenaga kependidikan adalah ketika adanya kebijakan rotasi berkala tenaga kependidikan yang dilakukan oleh Universitas. Hal ini berdampak pengalihtugasan yang membutuhkan waktu.