Panglima TNI Hadiri Milad ke-59 Unisba

HUMAS-Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri prosesi milad Unisba ke-59. dihadapan 2000 civitas akademika, ikatan alumni Unisba, Rektor seluruh PTN dan PTS di Bandung, Dekan seluruh Fakultas Hukum PTN dan PTS di Bandung, Pejabat pemerintah sipil dan militer, aparatur penegak hukum, ormas kota Bandung, dan masyarakat umum Gatot menyampaikan orasi ilmiah dengan tema “Kesipan Negara RI dalam Menghadapi Permasalahan Pertahanan dan Keamanan di ASEAN” di Aula Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung , Sabtu 18 November 2017.

Dalam orasinya Gatot menyampaikan, perkembangan penduduk dunia semakin hari semakin bertambah dan saat ini telah melampaui batas. Sedangkan kekayaan alam dan kesediaan pangan semakin berkurang. Hal itulah yang menjadikan ancaman nyata bagi Indonesia  yakni kompetisi antarnegara berubah menjadi kompetisi antarindividu.

“Perkembangan penduduk dunia luarbiasa dan semakin hari makin bertambah , sementara energi dan pangan makin berkurang. Hal itulah yang menyebabkan persaingan global antar negara di dunia. Dunia tidak bertambah luas tapi semakin sempit, sedangkan kebutuhan sumber daya alam berupa energi dan pangan semakin bertambah” jelasnya.

Gatot menjelaskan, dalam kompetisi global untuk mencukupi kebutuhannya, semakin banyak yang berimigrasi. Gatot mengutip data bahwa pada tahun 1980 hanya 103 juta orang yang berimigrasi. Pada tahun 2010 menjadi 220 juta orang, kemudian meningkat pada 2013 menjadi 232 juta orang. Diprediksi bahwa pada tahun 2040 akan mencapai 400 juta orang.

“Konflik antarnegara di seluruh dunia saat ini sejatinya dilatarbelakangi oleh perebutan energi dan pangan. Ke depan, konflik di dunia akan bergeser ke daerah ekuator salah satunya Indonesia,” ujarnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan negara yang akan menjadi tujuan imigran adalah negara negara yang memiliki kekayaan alam melimpah. Negara negara gtersebut berada di ekuator Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. Menurutnya selain kaya akan sumber daya alam, Indonesia juga adalah negara yang mejemuk, terdiri dari beragam agama, Bahasa, budaya, dan adat istiadat. “Tidak salah bila ada ungkapan kaya akan alam akan menjadi petaka, sehingga kita harus memiliki pengetahuan tentang ancaman tersebut agar unggul dalam kompetisi,” jelasnya.

Gatot juga mengatakan kompetisi global sekarang tidak melulu melalui perang konvensional, tetapi sudah dilakukan dalam cara-cara perang baru yang sukar dikenali dan lebih dahsyat efeknya. Perang-perang jenis baru itu di antaranya perang asimetris, perang hibrida, dan perng proxy. Perang proxy adalah perang yang paling sulit dideteksi, bentuk proxy war ini telah berlangsung dalam berbagai bentuk seperti gerakan separatis dan demonstrasi massa.

Mengakhiri orasinya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa dalam menghadapi kompetisi global diperlukan orang-orang yang mempunyai mimpi tinggi. Oleh karena itu, Mahasiswa Unisba yang sudah disiapkan oleh Unisba untuk menjadi lulusan yang Mujtahid, Mujadid, dan Mujahid sebagai generasi penerus harus mempunyai mimpi yang tinggi guna mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, terkemuka, dan menjadi bangsa pemenang, sesuai dengan visi Unisba.

“saya sangat mengapresiasi Unisba yang berperan sangat strategis melahirkan kader-kader penerus bangsa yang berakhlak dan beriman. Anda sudah disiapkan untuk menyiapkan kemajuan umat. Luar biasa,”pungkasnya. (Yasmine/Sari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *